Coba

Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss…. Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss…. Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss…. Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss….

Bukti

Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss…. Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss…. Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss…. Ternyata menjadi blogger itu keren. Karena bisa menghasilkan jutaan rupiah tiap bulannya. Ciuss….

Bagaimana Mengubah Passion Menjadi Passive Income

Pernah membayangkan punya sebuah produk? Ebook misalnya?

Katakanlah harganya Rp 249.000,-

Kemudian Anda memajangnya di website.

Website itu aktif selama 24 jam nonstop. 365 hari.

Semua orang yang punya koneksi internet bisa menemukan website itu dan bila tertarik akan membeli ebook Anda.

Anda mendapati uang masuk ke rekening Anda.

Karena yang Anda jual adalah ebook hasil tulisan Anda sendiri, keuntungan yang Anda dapatkan 100%.

Sejak mengenal internet pada 2005, saya sudah membayangkan ilustrasi di atas.

Betapa mudahnya menjadi kaya. Mendapatkan passive income dengan begitu mudahnya. Tidur pun uang mengalir ke rekening.

Apalagi jika saya menjual apa yang saya suka.

Katakanlah ebook itu berjudul 101 Ide & Peluang Bisnis untuk Guru. Yang mana tanpa berpikir keras, saya dengan mudahnya menulis halaman demi halaman ebook itu. Karena memang saya suka topik semacam itu. Dan saya menguasainya.

Saya tinggal membuat halaman penawaran atau salespage, membagi linknya di Facebook atau melalui email.

Dan selamat datang passive income!!!

Realita di Lapangan

Sayangnya, apa yang terjadi pada kebanyakan kita berbanding terbalik dengan ilustrasi di atas.

Kita masih takut meninggalkan pekerjaan kita di kantor.

Muncul pertanyaan di kepala, “bagaimana jika bisnis yang saya rintis nanti gagal?”

“Apa yang harus saya jual untuk mendapatkan passive income?”

Kemudian muncul vonis pada diri sendiri.

Saya tidak bisa menulis ebook.

Saya tidak punya passion yang bisa saya jual.

Saya tidak bisa membuat website.

Dan tidak bisa-tidak bisa lainnya.

Ada banyak sekali alasan yang bisa Anda munculkan untuk menghalangi Anda memulai bisnis.

Tapi, saya bisa pastikan ujung-ujungnya atau raja dari segala alasan untuk memulai adalah MALAS.

The Power of Internet

Anda malas untuk mencari tutorial bagaimana membuat website. Anda malas mencari cara menulis ebook.

Padahal di era internet sekarang ini, tutorial-tutorial semacam itu banyak bertebaran di Youtube dan Google.

Anda cukup mengetik kata kunci di kolom pencarian, kemudian klik enter.

Ada banyak sekali orang-orang baik di luar sana yang siap berbagi untuk Anda. Dan itu GRATIS.

Jika Anda malas mencari dan mengumpulkan sendiri tutorial-tutorial itu dari Google atau Youtube, Anda bisa membeli tutorial-tutorial itu di Ratakan.com, misalnya. Di sana ada bermacam-macam tutorial dalam bentuk video maupun ebook.

Harganya pun beragam. Anda tinggal menyesuaikannya dengan budget Anda. Lalu praktik.

Alasan lain yang kemudian muncul biasanya, “apa yang akan saya tulis di ebook?”

Mulailah dengan apa yang disebut passion. Gabungkan dengan keahlian yang Anda punya.

Kemudian Anda tinggal riset kecil-kecilan dengan bertanya kepada beberapa orang apakah mereka mempunyai problem yang belum bisa teratasi. Di mana problem tersebut secara tidak langsung berhubungan dengan passion dan keahlian Anda.

Agar lebih jelas, saya akan memberikan contoh.

Anton memiliki passion pada blogging. Bahkan, Anton mempunyai beberapa blog yang dia buat sendiri. Ada yang pakai Blogspot ada yang pakai WordPress dengan domain dan hosting dia beli di Niagahoster. Anton membuat sendiri semua konten di blognya.

Di tempat lain, Inez, seorang mahasiswa Komunikasi mendapatkan tugas membuat blog sebagai sarana berbagi semua tulisannya selama satu semester. Sayangnya, Inez tidak tahu bagaimana cara membuat blog. Sang dosen mewajibkan blog yang dibuat mahasiswanya harus dengan nama domain sendiri dan aktif sampai kuliah mereka selesai.

Menurut Andika Chandra di blognya, sebuah passion bisa menjadi alat pencari uang jika memiliki kelengkapan lain.

Jika ditulis dalam bentuk rumus, maka

Passion + Skill –> Problem + Opportunity = BUSINESS

Nah, kasus Anton dan Inez di atas memenuhi kriteria rumus bisnis ini.

Untuk mempermudah pemetaannya, saya tampilkan dalam bentuk tabel.

PassionSkillProblemOpportunity
BloggingMembuat blog dengan domain dan hosting sendiri (profesional), mengisi konten blog.Tidak sedikit orang yang belum tahu apa itu blog dan tidak bisa membuat blog profesionalMembuat ebook panduan membuat blog atau membuka jasa pembuatan blog profesional

Bisa dikatakatan jika Anton bertemu dengan Inez, maka Anton bisa menawarkan jasa atau panduan membuat blog dalam bentuk ebook kepada Inez.

Di sinilah passion saja tidak cukup. Anton tidak akan bisa menjual skillnya dalam bentuk ebook (opportunity) jika tidak bertemu Inez yang mempunyai problem tidak bisa membuat blog.

Tantangan untuk Anda

Sekarang apakah Anda siap mendapatkan passive income atau membangun bisnis dengan passion Anda?

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!